Menu Close

Membangun Serangan Pada Formasi Tiga Bek

Padahal, catenaccio berhasil membawa timnas Italia menjuarai Piala Dunia 1982. Ini karena taktik yg diimplementasikan mengesankan sebuah bernard tidak memiliki kemampuan, serta hanya mengandalkan keberuntungan. Dalam kick and rush yg dipromosikan Hughes, sebuah gol diyakini bisa dicetak semata-mata dalam lima kali passing. Ini bisa efektif kalau sebuah tim memiliki penyerang bertubuh jangkung atau sewaktu dalam situasi melakukan serangan balik. Dalam taktik itu, “orang ketiga” dianggap memiliki peran vital karena harus berada dekat di masa dua pemain yang selagi melakukan operan pendek.

Salah satu dari ciri 3 bek Bielsa adalah ia seringkali memasang seorang full-back di posisi bek sedang dengan alasan kemampuan penguasaan kontrol dan dribbling dalam lebih baik. Skema Bielsa menuntut build up serangan akan diawali dari posisi bek tengah. Southgate menggunakan formasi, salah satu formasi paling unik — untuk tidak disebut canggih — di pagelaran Piala Negara kali ini. Semuanya maka akan tergantung pada pemahaman afin de pemain tentang ruang dalam sekitar area half room.

Lucunya, Pep pernah mengatakan taktik ini tak memiliki manfaat yang jelas, hanya memainkan bola dari kaki ke kaki selama mungkin lalu menganggap jangan terlalu percaya dengan ball possession. Bek tengah di bagian terluar harus berjaga-jaga mengisi posisi yang ditinggalkan para wing-back andaikan saja mereka kelenyapan bola dan harus berhadapan serangan balik lawan. Harry dapat menjadi gemuk pada area pertahanan, lebih kosong di area sayap, bertambah kosong di daerah sedang, atau mereka bisa mengontrol keseimbangan dengan terus menerus bergerak. Rencana harus dicipta dan direncanakan sematang tampaknya supaya tim lawan sanggup memperoleh tekanan. Serangan juga akan lebih baik seandainya berkombinasi dan penyerang pun harus pintar dan kreatif supaya mampu memperoleh sisi lemah dari tim versus dan memasukinya dengan mulus.

Jika para pemain gak memahami situasi ruang pada sekitar area tersebut hingga mereka hampir tidak menguntungkan dan serangan berbahaya juga tidak akan terbentuk. Ketika suatu tim memahami trik cara memanfaatkannya, itu akan memberikan mereka peluang dalam lebih besar untuk membangun serangan dengan efektif. Gelandang serang Liverpool Philippe Coutinho, yang sebenarnya bermain sebagai winger kiri di dona med kontra Arsenal itu, bergerak ke area half room untuk memancing bek sedang meninggalkan posisinya. Half room merupakan ruang yang sangat strategis dalam taktik football modern. Pemain mengerti gaya permainan Supaya pemain dapat melaksanakan permainan dengan baik dan sportif maka setiap pemain harus mengerti dan menguasai peraturan permainan.

Meskipun berasal dari kecerdasan seorang pelatih asal Argentina, Helenio Herrara, seni bertahan pada sepakbola ini malah diminati dan berkembang sangat ekspress di Italia. Mereka berfokus terhadap permainan bertahan lalu tidak mempedulikan jika semata-mata meraih keuntungan satu angka.

Jika pemain penyerang lawan keluar dari area yang dijaga, maka itu bukan tugasnya lagi buat menjaganya. Pola penyerangan sanggup dilancarkan oleh tim kesebelasan jika mereka yang selagi mengendalikan permainan. Jika mau bisa melewati pertahanan musuh dan mencetak gol dengan lebih mudah, tentu operasi tersusun ini mesti dipersiapkan dengan matang dan terus dilatih.

Mulai dari ragam gerakan tendangan pertama, tendangan bebas, tendangan penjuru, hingga lemparan ke dalam. Bukan cukup sampai di situ saja, tim juga disyaratkan menetapkan strategi dalam menginfeksi dan bertahan sesuai kondisinya masing-masing. Lebih dari tersebut, kemampuan bertahan sama pentingnya dengan kemampuan menyerang. Di dalam konteks penguasaan di dalam, sistem tiga bek ini menempatkan beban cukup besar di gelandang tengah yg berperan anchor. Di English, Southgate memodifikasinya lewat Henderson yang lebih diplot seperti gelandang bertahan murni ketimbang sebagai holding midfielder sebab pergerakan Young dan Trippier yang sering overlapp.

Buktinya, kegemilangan timnas Italia dalam menjuarai Piala Dunia 2006 kemudian. Alhasil, persoalan kemampuan pada menyerap taktik bagi afin de pemain adalah hal kunci. Tak hanya sekadar berlari dari satu zona ke zona lain, tapi pergerakan satu tim harus diterapkan dengan kekompakan. Bukan semata-mata kick and rush yg dituduh sebagai gaya dalam membosankan, catenaccio pun dianggap negatif juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *